Pembelajaran Beladiri Kurikulum 2013



Pencak silat merupakan olahraga bela diri asli Indonesia, dapat dimainkan secara perorangan, berpasangan maupun beregu. Untuk menguasai beladiri pencak    silat    sangat    diperlukan    penguasaan    teknik    dasar    pencak    silat.    Apakah    kamu sudah bisa mempraktikannya dengan benar? Nah, pada bab  ini kalian akan diajak memahami lebih lanjut tentang olahraga bela diri pencak silat. Setelah mempelajari materi ini diharapkan kalian bisa memahami, menghayati nilai-nilai luhur bela diri pencak silat seperti disiplin, jujur, tanggung jawab, kerja sama,dan toleransi dengan baik dan benar.

1. Pengertian Pencak Silat

Pencak silat merupakan salah satu olahraga beladiri yang terdapat di Indonesia. Olahraga beladiri pencak silat adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Karena pencak silat lahir dari kebudayaan bangsa Indonesia, maka perkembangannya dipengaruhi oleh watak, selera dan bakat masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing. Selain keadaan masyarakat dan sifatnya, faktor alam juga dapat mempengaruhi perkembangan pencak silat itu sendiri, misalnya keadaan tempat, iklim, keadaan sosial dan lain sebagainya. Pencak silat adalah suatu cara beladiri yang menggunakan akal sepenuhnya.    Akal    yang    dimiliki    manusia    lebih    sempurna    bila    dibandingkan    dengan makhluk-makhluk yang lainnya. Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini.

2. Asal-usul Pencak Silat

Di Indonesia istilah pencak silat baru mulai digunakan setelah berdirinya top organisasi pencak silat (IPSI). Sebelumnya di daerah Sumatera lebih dikenal dengan istilah Silat, sedangkan di tanah Jawa kebanyakan dikenal dengan istilah Pencak Silat. Pada periode kepemimpinan Eddie M. Nalapraya, Indonesia memiliki hasrat untuk mengembangkan pencak silat ke mancanegara dengan mengambil prakarsa    pembentukan    dan    pendirian    Persekutuan    Pencak    Silat    Antarbangsa    (PERSILAT)    pada    tanggal    11    Maret    1980    bersama    Singapura,    Malaysia,    dan    Brunei Darussalam. Keempat negara tersebut akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara pendiri organisasi pencak silat internasional. Upaya pengembangan pencak silat yang dipelopori Indonesia dan anggota PERSILAT    lainnya    sampai    saat    ini    berhasil    menambah    anggota    PERSILAT.    Penambahan anggota ini memberikan dampak pada usaha IPSI dan anggota PERSILAT    lainnya    untuk    memasukkan    pencak    silat    ke    multi    event    di    tingkat    Asia,    yaitu    Asian    Games,    dengan    membentuk    organisasi    Pencak    Silat    Asia    Pasific    pada    bulan    Oktober    1999. Organisasi pencak silat di Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat    Indonesia    (IPSI)    didirikan    pada    tanggal    18    Mei    1948    di    Surakarta,    diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan.


1. Pembelajaran Pola Pembentukan Sikap Pencak Silat

Gerak    dasar    pencak    silat    adalah    suatu    gerak    terencana,    terarah,    terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek beladiri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
Bentuk pembelajaran sikap dalam pencak silat antara lain sebagai berikut.

a. Pembelajaran sikap berdiri


Macam-macam sikap berdiri dalam pencak silat antara lain sebagai berikut.

1)    Sikap    salam    dan    berdoa    dilakukan    setiap    memulai    dan    mengakhiri    pembelajaran atau pertandingan. Hal ini dilakukan untuk memohon keselamatan    kepada    Tuhan    Yang    Maha    Esa. 
2) Sikap kangkang merupakan sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. 
3) Sikap kuda-kuda merupakan persiapan untuk melakukan serangan dan belaan. 

b. Pembelajaran sikap jongkok, duduk dan berbaring

 Sikap ini merupakan sikap dasar untuk melakukan permainan bawah. Bentuk gerakannya antara lain. 
1) 
Sikap jongkok, sikap duduk dan sikap berbaring.
2) Amati    dan    lakukan    pembelajaran    sikap    jongkok,    sikap    duduk,    dan    sikap berbaring.


c. Pembelajaran sikap pasang

Sikap pasang merupakan sikap untuk memulai serangan atau pembelaan yang berpola yang dilakukan pada awal atau akhir gerakan.  Sikap    pasang    ada    tiga    bentuk,    yaitu    :    
(1)        Sikap    pasang    atas,    
(2)    Sikap    pasang tengah, dan 
(3) Sikap pasang bawah.

Coba kamu lakukan pembelajaran sikap pasang berikut ini.


2. Pembelajaran Pola Pembentukan Gerak Pencak Silat

Pembentukan gerak merupakan awal dalam melakukan pembelaan maupun serangan.  Pembentukan gerak terdiri dari pembentukan arah dan langkah.

a.    Arah

    Arah    adalah    sasaran    dalam    melakukan    gerakan,    baik    pada    waktu    melakukan    pembelaan    maupun    serangan.    Arah    dikenal    dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya.

b. Langkah

Langkah adalah perubahan injakan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Langkah dapat dilakukan lurus, silang/serong.  Cara melakukannya bisa dengan cara diangkat, geseran, ingutan, lompatan dan loncatan.



1. Pembelajaran Teknik Pembelaan Pencak Silat
Tanpa    penguasaan    teknik    pembelaan    pencak    silat    kamu    tidak    mungkin    mendapatkan teknik yang baik dan benar. Sekarang coba kamu baca berbagai bentuk-bentuk pembelajaran teknik pembelaan  dengan cermat, kemudian lakukan bersama-sama teman-temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk pembelajaran teknik pembelaan  yang ada dalam buku ini, kemudian    diskusikan    cara    melakukannya    yang    baik.    Yakinlah    kamu    “kamu    bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan kamu serius dan sepenuh hati melakukannya”.
Pembelaan merupakan prinsip utama dalam pencak silat, sehingga harus benar-benar dikuasai. Bentuk-bentuk pembelaan dasar antara lain dengan cara melakukan elakan dan tangkisan.

a. Elakan
Elakan dilakukan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan.    Arah    elakan    dilakukan    sesuai    dengan    arah    delapan    penjuru    mata angin. Elakan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)    Elak    hadap    yaitu    mengelak    dengan    memindahkan    kaki    belakang    sehingga badan menghadap lawan. 
2) Elak samping, yaitu mengelak dengan cara memindahkan kaki ke samping dan posisi badan dimiringkan. 
3) Elak angkat kaki, yaitu dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki kiri dari sasaran penyerangan. 
4)    Elak    kaki    silang,    yaitu    dilakukan    dengan    menyilangkan    kaki    ke    samping atau serong.    Amati    dan    rasakan    koordinasi    gerakan    yang    dilakukan,    dan    temukan    pola yang paling sesuai buat kamu.


b.    Tangkisan

Tangkisan    merupakan    cara    pembelaan    dengan    mengadakan    kontak    langsung dengan lawan. Hal ini dapat dilakukan dengan satu tangan atau lengan, dua lengan, siku dan kaki. Coba rasakan teknik gerakan tangkisan mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan tersebut mudah    dan    sulit    dilakukan?    Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut.


2. Pembelajaran Serangan Pencak Silat

Serangan merupakan usaha pembelaan yang dilakukan dengan menggunakan lengan atau kaki untuk mengenai badan lawan. Bentuk-bentuk serangan dapat dilakukan dengan cara pukulan, sikuan, tendangan, sapuan, kaitan dan guntingan. Coba rasakan teknik gerakan serangan mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan?
Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan    kembali    gerakangerakan tersebut.

a. Serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara : tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok.

 b. Serangan dengan siku dapat dilakukan dari depan, atas, bawah, samping, serong dan belakang

c.    Tendangan    dapat    dilakukan    dengan    punggung    kaki,    telapak    kaki,    ujung    kaki dan tumit.



Sapuan terdiri dari empat jenis antara lain sebagai berikut.

a. Sapuan tegak, yaitu serangan menyapu kaki dengan perkenaannya telapak kaki ke arah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan mematahkan. 
b. Sapuan rebah, yaitu serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujuan menjatuhkan, bisa dengan sapuan rebah belakang (sirkel bawah). 
c. Sabetan, yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan perkenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam. 
d. Beset, yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan alat penyasar betis. Coba rasakan teknik gerakan sapuan mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan? Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan    kembali    gerakangerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu!


Dengkulan yaitu serangan yang menggunakan lutut/dengkul sebagai alat penyerangan, dengan sasaran kemaluan, dada, dan pinggang belakang. Dengkulan terdiri dari tiga jenis antara lain sebagai berikut.

a. Dengkulan depan, yaitu serangan dengan dengkulan, lintasannya dari atas ke bawah, dengan sasaran dada dan kemaluan. 
b. Dengkulan samping dalam, yaitu lintasannya seperti busur dari luar ke dalam dengan sasaran ke arah dada. 
c. Dengkulkan samping luar, yaitu lintasannya dari dalam ke luar, dengan sasaran perut. Coba rasakan teknik gerakan dengkulan mana yang mudah dan sulit dilakukan. mengapa teknik    gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan? Temukan permasalahan tersebut, kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu!



Guntingan    adalah    teknik    menjatuhkan    lawan    yang    dilakukan    dengan    menjepit    kedua    tungkai    kaki    pada    sasaran    leher,    pinggang,    atau    tungkai    lawan    sehingga    lawan    terjatuh.    Guntingan    terdiri    dari guntingan luar dan guntingan dalam. Coba rasakan teknik gerakan guntingan mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik    gerakan    tersebut    mudah    dan    sulit    dilakukan?    Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu!


Tujuan    Pembelajaran    kombinasi    pencak    silat    adalah    untuk    mengkombinasikan teknik gerakan-gerakan pencak silat yang telah dipelajari. Setelah peserta didik melakukan gerakan kombinasi pencak silat, coba rasakan teknik-teknik gerakan teknik dasar yang mana mudah dan sulit dilakukan. Mengapa    teknik    gerakan    tersebut    mudah    dan    sulit    dilakukan?    Temukan    permasalahan tersebut, kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut. 

Bentuk-bentuk Pembelajaran kombinasi teknik dasar pencak silat antara lain sebagai berikut.
Dalam pelajaran pencak silat akan dibahas enam teknik perkelahian baik dilakukan dalam pembelajaran maupun dalam pertandingan pencak silat.        Keenam    teknik    perkelahian    tersebut    adalah    sebagai    berikut    :

(1) Menungunci lawan dari luar tangan, 
(2) Mengunci lawan dari dalam tangan, 
(3) Mengunci lawan dengan menahan serangan siku lawan pada waktu    berputar    dan    menyikut,    
(4) Menahan    siku    lawan    di    atas    pundak,    
(5) Menjatuhkan lawan dengan mengambil kaki dalam dan 
(6) Menjatuhkan lawan dengan mengambil kaki luar.

Keenam teknik perkelahian tersebut secara rinci akan dijelaskan satu-persatu sebagai berikut :

a. Pembelajaran Mengunci Lawan dari Luar Tangan

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1)    Peserta    didik    A    melancarkan    pukulan    dengan    tangan    kanan    lurus    ke arah peserta didik B. 
2)    Peserta    didik    B    menyambut    serangan    peserta    didik    A    dengan    teknik tangkisan dua tangan yang merupakan kelanjutan dari tangkisan dari luar tangan.
3) Peserta didik B mengunci lawan dengan menggeser kaki ke dalam dan tangan lawan diputar dan ditahan gerakannya. Coba rasakan teknik gerakan mengunci lawan dari luar tangan mana yang mudah dan sulit dilakukan. mengapa teknik gerakan tersebut    mudah    atau    sulit    dilakukan?    Temukan    jawabannya,    kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut bersamasama dengan temanmu!


b. Pembelajaran Mengunci Lawan dari Dalam Tangan

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

    1)    Peserta    didik    A    melancarkan    pukulan    dengan    tangan    kanan    lurus ke arah peserta didik B. Peserta didik B menangkis dari dalam tangan. 
2)    Peserta    didik    A    memutar    badan    terus    menyikut    peserta    didik    B dengan siku tangan kiri. Serangan tersebut dilakukan oleh peserta didik B dengan menggeser kaki kiri ke dalam.
3)    Peserta    didik    A    memutar    badan    dan    melancarkan    pukulan    dengan tangan kanan lurus ke arah peserta didik B. Peserta didik B melakukan pembelaan dengan teknik tangkisan dari dalam. 4)    Peserta    didik    B    melanjutkan    usaha    pembelaan    dengan    memasukkan kaki kanannya ke belakang kaki lawan kemudian mengungkit kaki tersebut.  Coba rasakan teknik gerakan pembelajaran mengunci lawan dari dalam tangan mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan? Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan    kembali    gerakan-gerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu!

c. Pembelajaran Mengunci Lawan dengan Menahan Serangan Siku Lawan Pada Waktu Berputar dan Menyikut

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1)    Peserta    didik    A    melancarkan    pukulan    dengan    tangan    kanan    lurus    ke    arah peserta didik B.  peserta didik B menangkis dari luar tangan. 
2)    Peserta    didik    A    menyikut    ke    belakang    dengan    siku    tangan    kiri.        peserta didik B menangkis  dan menangkap siku tersebut. 
3)    Peserta    didik    A    melanjutkan    usaha    pembelaan    dengan    memutarkan    siku lawan sekaligus menguncinya.


d. Pembelajaran Menahan Siku Lawan di Atas Pundak
 Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1)    Peser ta    didik    A    melancarkan pukulan dengan tangan kanan lurus ke arah peserta didik B.  Peserta didik B menangkis dengan menggunakan teknik tangkisan luar. 
2)    Peserta    didik    A    menyikut    dengan siku tangan kiri ke belakang.  Peserta didik B menangkis. 
3)    Peser ta    didik    A    memutar badannya dan melancarkan pukulan dengan tangan kanan.  Peserta didik B menangkis dengan teknik tangkis luar. 
4)    Peserta    didik    A    dengan    cepat    melangkahkan    kaki    kiri    terus    menempel    masuk dan tangan kiri menangkap pangkal dengan peserta didik B lalu ditahan di atas bahu, sehingga peserta didik B terjatuh. Coba rasakan teknik gerakan pembelajaran menahan siku lawan di atas pundak mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan    tersebut    mudah    dan    sulit    dilakukan?    Temukan    permasalahan    tersebut, kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu! 

e. Pembelajaran Menjatuhkan Lawan dengan Mengambil Kaki Bagian Luar
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1)    Peserta    didik    A    melancarkan    pukulan    dengan    tangan kanan lurus ke arah peserta didik B.  Peserta didik B menangkis dengan teknik tangkis luar. 
2)    Peserta    didik    A    sambil    menjatuhkan    diri    ke belakang menyapu kaki lawan dengan melingkar atau melengkung (busur).  Usaha ini tidak mengakibatkan peserta didik B terjatuh. 
3)    Serangan    peserta    didik    A    dilanjutkan    dengan    memasukkan kaki kirinya lebih jauh dan melakukan teknik guntingan atau kaitan, sehingga mengakibatkan peserta didik B terjatuh. Coba rasakan teknik gerakan pembelajaran menjatuhkan lawan dengan mengambil kaki bagian luar mana yang mudah dan sulit dilakukan. Mengapa teknik gerakan tersebut mudah dan    sulit    dilakukan?    Temukan    permasalahan    tersebut,    kemudian    lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut bersama-sama dengan temanmu

f. Pembelajaran Menjatuhkan Lawan dengan Mengambil Kaki Bagian Dalam
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1)    peserta    didik    A    melancarkan    pukulan    dengan tangan kanan lurus ke arah peserta didik B.  Peserta didik B menangkis dengan teknik tangkis dalam. 
2)    peserta    didik    A    mengelakkan    tangkisan    yang dilancarkan peserta didik B dengan teknik elakan merendahkan badan (elak bawah). 
3)    peserta    didik    A    melancarkan    serangan    dengan melingkarkan kaki kirinya ke belakang (busur), sehingga kaki peserta didik B terkait dan akhirnya terjatuh ke lantai.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembelajaran Beladiri Kurikulum 2013"

Post a Comment

Langkah-Langkah Pengembangan Penilaian Teknik Tes

                     Langkah Pengembangan Penilaian 1.       Langkah-langkah pengembangan Penilaian teknik tes a)           ...