Permasalahan Penjas di Sekolah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Dalam pembelajaran penjas, yang namanya permasalahan pastilah ada. mulai dari permasalahan dari dalam diri gur, siswa, bahkan dari model serta keaktifan siswa juga menjadi permasalahan. pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengupas masalah yang timbul dari guru dan model pembelajaran. 

Guru adalah seorang pendidik yang menjadi contoh dari murid. Guru dalam bahasa jawa di artikan DiGugu dan di Tiru. artinya setiap apa yang diakukan oleh guru menjadi cerminan dari para peserta didik. sehingga tidak bisa disalahkan jika siswa membangkang sedangkan gurunya sendiri tidak dapat memberi contoh yang baik bagi para peserta didiknya.

Permasalahan yang ada disekolah biasanya dimulai dari dalam diri gurunya. kenapa demikian..? karena guru zaman sekarang lebih mementingkan urusannya pribadi dibandingkan bisa menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta didik. guru kurang dapat mengontrol peserta didik dalam proses pembelajaran, guru tidak dapat menguasai kelas, guru kurang bisa memberikan motivasi yang dapat membangkitkan semangat, bahkan guru juga kurang dapat mengontrol emosi pada saat mengajar. hal inilah yang cenderung memberi efek negatif bagi pandangan guru lain terhadap guru penjas.

kita akan uraikan satu persatu perihal masalah yang terjadi pada saat pelajaran penjas.

1. Guru

poin pertama ini adalah guru. seperti uraian diatas, guru menjadi sosk yang paling dihormati dilingkungan sekolah. karena guru merupakan orangtua kedua peserta didik selain orangtua dirumah. guru menjadi faktor utama tidak tercapainya proses pembelajaran yang diinginkan. Guru diharapkan dapat memberikan contoh yang baik serta dapat memberikan motivasi yang baik bagi setiap peserta didik disekolah

2. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah salah satu hal wajib yang harus dimiliki oleh sekolah jika ingin pembelajaran berjalan dengan lancar. Namun kenyataan di lapangan masih banyak sarpras yang tidak mendukung yang dimiliki oleh sekolah. Sehingga imbas dari hal tersebut adalah kurang efektifnya proses pembelajaran penjas di lapangan.

Sarpras untuk penjas meliputi, bola, net, Kun, stopwach, dan jaring untuk net. Nah hal inilah yang harus dipenuhi oleh sekolah jika ingin pembelajaran berjalan dengan lancar. Nah penjas identik dengan sarpras, jika tidak ada maka tidak akan baik pembelajarannya.









Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Permasalahan Penjas di Sekolah"

Post a Comment

Langkah-Langkah Pengembangan Penilaian Teknik Tes

                     Langkah Pengembangan Penilaian 1.       Langkah-langkah pengembangan Penilaian teknik tes a)           ...